Yakin Mau Pinjam Dana Buat Nikah Habis Lebaran?

Seperti yang kita ketahui, pinjam dana untuk membiayai pernikahan termasuk jenis utang konsumtif. Atau, utang yang tidak menghasilkan perputaran dana atau keuntungan dalam bentuk materiil. ‘Tapi, kan, ada salam tempel alias amplop dari tamu undangan?’ Daripada berharap pada hal atau peristiwa yang belum pasti dan nggak bisa terukur, lebih baik yuk pertimbangkan lagi, apakah tidak terlalu beresiko pinjam dana untuk biaya nikah?


Setiap tahunnya, pasca lebaran adalah salah satu periode favorit orang dalam menggelar pesta pernikahan di Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena menunggu THR dari kantor yang lumayan bisa dipakai buat nambah-nambah keperluan resepsi. Tapi, kalau biaya pernikahan harus bergantung sepenuhnya pada utang plus THR, bisa dibilang kondisi finansialmu belum memadai untuk melangkah ke jenjang atau fase hidup yang satu ini.

Memang, setiap orang memiliki kadar urgensinya masing-masing soal menikah. Ada yang santai, ada yang tidak ingin menikah, ada yang punya target umur, dan ada juga yang merasa urgensi menikah sangat tinggi karena ada pressure dari keluarga sendiri, keluarga pasangan, sampai circle pertemanan.

Nggak bisa dipungkiri, beratnya pressure untuk menikah yang dihadapi seseorang bisa menjadi salah satu alasan kuat untuk pinjam dana demi membiayai pernikahan. Padahal kalau coba dihitung-hitung lagi, cicilan pinjaman pasca nikahnya bisa bikin flow keuangan rumah tangga tersengal-sengal. Apalagi kalau cuma ada satu pencari nafkah saja dalam rumah tangga.

Belum ditambah kondisi ekonomi yang saat ini sedang menurun karena wabah virus Corona. Bahkan, dalam beberapa berita di media sosial dan media massa disebutkan akibat Corona, banyak resepsi pernikahan yang sepi tamu undangan. Kalau sudah begini, tentu saja pihak penyelenggara resepsi akan rugi sebab sudah telanjur pesan porsi makanan dalam jumlah besar tapi yang datang sedikit. Belum lagi harus repot mendistribusikan makanan yang tersisa agar tidak sia-sia.

Oleh karena itu, demi kenyamanan dan kestabilan kondisi keuanganmu nantinya, sebaiknya pertimbangkan lagi hal-hal berikut sebelum pinjam dana buat biaya resepsi pernikahan:

1. Berapa besaran utang yang saat ini sudah dimiliki? Kalau sudah atau lebih dari 30% total penghasilan, jangan tambah utang baru.

2. Status profesi atau pekerjaan saat ini: kontrak, tetap, outsource, probation? Jika status pekerjaan belum stabil, apalagi berada di industri yang rentan goyah di tengah wabah virus Corona seperti sekarang, sebaiknya tunda dulu pengajuan pinjam dana untuk rencana apapun termasuk pernikahan.

3. Adakah tabungan atau aset yang bisa dijual untuk membiayai pernikahan? Jika ada, apakah bisa menggelar pernikahan seminimalis mungkin dengan bujet tersebut tanpa harus mencari tambahan dengan pinjam dana?

4. Apakah kamu dan pasangan siap untuk hidup berhemat-hemat pasca menikah demi bisa konsisten mencicil angsuran pinjamannya hingga lunas?

5. Apakah pinjaman dana ini posisinya kan digunakan untuk sumber dana utama atau hanya tambahan? Jika untuk sumber dana utama, tentu sangat berisiko. Namun, jika untuk tambahan, misalnya

KTA yang ditawarkan bank atau fintech pinjam dana dengan limit maksimal s.d Rp 30 juta seperti Kredivo adalah yang paling tepat jika kamu butuh pinjam dana untuk tambah-tambah tetek bengek resepsi. Meskipun limitnya cukup besar, Kredivo menawarkan opsi tenor yang terbilang variatif untuk jenis pinjaman dana cepat: mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan.

Misalnya, kamu butuh pinjam dana tambahan untuk biaya hiburan di resepsi pernikahan sebesar Rp 10 juta. Maka kamu dapat mengajukan pinjaman jumbo di Kredivo dan memilih tenor maksimal 6 bulan. Tidak terlalu singkat, tetapi juga tidak terlalu lama. Dengan begitu, keuangan rumah tangga tidak akan lama-lama terbebani untuk angsuran pinjaman. Ditambah lagi, suku bunga pinjaman di Kredivo hanya sebesar 2,95% per bulan dengan potongan biaya administrasi di awal sebesar 6%.  

Nggak seperti KTA bank yang mewajibkan calon debitur untuk memiliki payroll di bank tersebut atau kartu kredit sebagai syarat pengajuan pinjaman, daftar dan pinjam dana di Kredivo syaratnya lebih mudah. Kamu hanya perlu:

  1. Berusia minimal 18 tahun atau maksimal 60 tahun.
  2. Berpenghasilan tetap minimal sebesa Rp 3 juta per bulannya dan dapat dibuktikan dengan menyambungkan akun internet banking ketika daftar Kredivo atau mengunggah foto NPWP.
  3. Berdomisili di wilayah Jabodetabek, Kota Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.


Setelah itu, unduh aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store dan pilih daftar sebagai akun Premium. Kalau pendaftaranmu disetujui, maka kamu bisa langsung menggunakan limit yang didapat untuk dicairkan menjadi pinjaman. Pengajuan pinjaman hanya bisa dilakukan melalui fitur pinjaman mini atau pinjaman jumbo yang ada di aplikasi Kredivo. Dana pinjaman akan cair ke rekening yang kamu daftarkan minimal dalam waktu 1 x 24 jam di hari kerja.

Bagaimana, tertarik mencoba?


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini