9 Masalah Umum Mengenai Pinjaman Online Tanpa Jaminan

Setiap yang lahir dan berkembang di era sekarang pasti sudah kenal dengan pinjaman online tanpa jaminan. Di antara sekian banyak yang memberi kemudahan dan dinyatakan valid berdasarkan aturan pemerintah, ada pula pihak-pihak yang masih meresahkan masyarakat. Berikut 9 masalah umum yang kerapkali muncul dan menghantui nasabah pinjaman instan online.




1. Bunga yang Besar

Pinjaman online tanpa jaminan memang sangat menguntungkan buat Anda yang tidak memiliki agunan atau jaminan. Namun sebagian pinjaman online masih mematok bunga yang kelewat besar. Kadangkala rentenir online yang bermain di belakangnya. Alhasil, bukannya terbantu, justru tercekik karena bunga bisa bertambah sewaktu-waktu.

Akibatnya, masyarakat yang sudah telanjur masuk ke lubang hitam tersebut tidak bisa lepas dan terus dalam keadaan utang. Tidak seperti di Tunaiku yang meskipun berstatus sebagai pinjaman online tanpa jaminan, tapi tetap memberlakukan bunga yang memihak pada masyarakat. Dalam setahun saja bunganya 3% atau setara dengan pinjaman beragunan.

2. Tenor yang Sangat Singkat

Masalah lain muncul terkait dengan tenor atau batas waktu pelunasan pinjaman. Begitu dana cair, rasanya memang sangat lega karena masalah keuangan pribadi terpecahkan. Tapi, ketika ekonomi keluarga belum pulih, tahu-tahu tenor sudah habis begitu saja. Akhirnya, dana yang berhasil dicairkan justru sebagian digunakan untuk membayar lunas utang tersebut.

Berbeda dengan pinjaman online tanpa jaminan Tunaiku yang menerapkan tenor maksimal sampai 20 bulan. Jadi, misalnya pada bulan pertama keuangan Anda belum pulih, masih ada 19 bulan berikutnya yang dinamakan sebagai periode cicilan. Ketika mau bayar cicilan bulanan pun hati lebih siap karena uang di tangan rutin ada.

3. Persyaratannya Ribet

Umumnya pinjaman online tanpa jaminan yang persyaratannya memberatkan nasabah itu belum lama berkecimpung. Adapun yang masih baru, tapi sudah profesional dari berbagai lini umumnya memiliki pendanaan atau modal besar. Keluhan masyarakat terkait dengan persyaratannya meliputih diharuskan melampirkan KTP, KK, dan SIM asli.

Apabila tidak dipenuhi, maka dana tidak bisa dicairkan. Tentu syarat tersebut sangat memberatkan calon nasabah. Oleh karena itu, pihak Tunaiku menggandeng Dukcapil yang bertugas untuk meninjau data pribadi yang dikirimkan oleh calon nasabah. Di Dukcapil sudah ada keseluruhan data dari WNI Indonesia yang ada di Sabang sampai Merauke.

4. Customer Service Kurang Tanggap

Perkara tanggapnya customer service memang sangat pelik sekaligus elementer. Bagi kaum yang masih awam dengan literasi rendah, tentu akan lebih banyak tanya dibandingkan dengan membaca S&K sendiri. Tidak jarang ketika mau mengajukan pinjaman online tanpa jaminan, akhirnya urung karena tidak ditanggapi oleh customer service.

Begitu pula ketika terjadi kesalahan serta status pinjaman yang tidak jelas apakah diterima atau belum. Ketika berada di masa-masa penungguan tersebut tentu rasanya sangat menyiksa. Apalagi ketika pada saat itu lagi butuh-butuhnya suntikan modal untuk memenuhi beragam kebutuhan sehari-hari.

Untungnya di Tunaiku memiliki customer service yang sangat tanggap terhadap para nasabahnya. Ketika Anda hendak menanyakan hal-hal seputar pinjaman online tanpa jaminan di Tunaiku, bisa ditanyakan lewat kontak, e-mail, maupun chat langsung di fanspage resmi milik Tunaiku. Segala permasalahan pasti ada jalan keluarnya.

5. Lama Proses Pencairannya

Sumber masalah selanjutnya ada pada kecepatan proses pencairannya. Di zaman yang serba cepat seperti sekarang, tentu sangat tidak worth it jika untuk mencairkan dananya saja butuh waktu bulanan. Rasanya kurang praktis, bukan? Apabila dihadapkan dengan kebutuhan darurat seperti kecelakaan, pinjaman online seperti itu jadi tidak bisa diandalkan.

Berbeda dengan yang ada di Tunaiku. Setelah beberapa kali melakukan upgrade dan perbaikan, proses pencairan dana yang semula butuh waktu seminggu jadi bisa kurang dari 3 hari. Apabila Anda mengajukan pinjaman online tanpa jaminan lewat produk Tunaiku Prioritas tentu lebih cepat dan bisa cair dalam hitungan jam saja.

6. Laporan Informasi Kurang Lengkap

Nasabah mana pun pasti tidak suka dengan penyedia layanan pinjaman online tanpa jaminan yang kurang transparan. Satu faktor yang menyebabkan calon nasabah sangsi antara lain karena informasi yang diberikan kurang lengkap. Khususnya laporan terkait data-data nasabah. Mulai dari bekas transaksi, perubahan cicilan, dan sebagainya.

Di Tunaiku, laporan tersebut disampaikan secara lengkap dan real time. Begitu terjadi perubahan data, maka langsung disampaikan ke akun Anda. Kemudian dikabarkan lagi lewat e-mail ataupun kadang-kadang lewat SMS. Apabila ada hal-hal yang sangat mendesak, pihak Tunaiku langsung menelepon nasabah pada saat itu juga.

7. Tidak Terdaftar di OJK

Kalau ini sih namanya masalah super serius. Hanya pinjaman online tanpa jaminan valid saja yang terdaftar di OJK. Minimal begitu, kecuali keluar secara hormat seperti yang dilakukan oleh Tunaiku beberapa waktu lalu. Soalnya Tunaiku ingin fokus mengembangkan ceruk pasar dengan dukungan langsung dari Amar Bank.

Nah, apabila Anda hendak mengajukan pinjaman online di tempat lain, usahakan selalu cek apakah sudah terdaftar di OJK atau belum. Apabila belum, sebaiknya jangan diambil. Risikonya sangat besar. Bisa jadi penyedia layanan pinjaman tersebut hanya untuk menutupi praktik sebagai rentenir online.

OJK sendiri merupakan badan regulasi resmi dari pemerintah Republik Indonesia. Fungsinya untuk memantau segala bentuk transaksi yang menyangkut perputaran keuangan. Baik yang ada di bank konvensional maupun penyedia layanan pinjaman online tanpa jaminan. Dengan kata lain, perannya sangat vital. Jadi, sebaiknya Anda cek pada saat itu juga.

8. Tidak Memiliki Aplikasi Praktis

Suatu layanan pinjaman online yang tidak memiliki aplikasi praktis hampir pasti akan ketinggalan perkembangan dunia teknologi masa kini. Dengan adanya aplikasi, para nasabah jadi lebih mudah ketika hendak mengajukan pinjaman, mengetahui laporan secara real-time, dan sebagainya. Daripada terus-terusan menanyakan ke customer service, kan lebih baik ada aplikasinya.

Begitu Tunaiku didirikan, memang tidak segera bikin aplikasi yang bisa diunduh lewat Google Play Store. Namun pada akhirnya, Tunaiku juga ambil peran dalam penggarapan aplikasi tersebut. Secara bertahap, kredibilitas serta reputasinya naik. Begitu pun dengan jumlah nasabah yang terus mengalami kenaikan secara signifikan.

9. Rajin Menagih, Sedikit Rewards

Penyedia layanan pinjaman online tanpa jaminan memiliki aturan serta kebijakan yang berbeda satu sama lain. Kalau itu sih bisa dimaklumi, ya. Tapi kalau sedikit-sedikit menagih, kok ya rasanya kurang nyaman. Begitu biasanya yang dikeluhkan oleh nasabah. Bagaimanapun, mereka berniat pinjam karena ingin hidup lebih nyaman.

Tagihan yang dilakukan secara terus-menerus akan terkesan seperti teror. Apalagi kalau tidak diimbangi dengan adanya rewards khusus untuk nasabah setia. Pasti lama-lama nasabah akan angkat kaki dan memilih layanan pinjaman lain yang lebih memanusiakan para nasabahnya. Omong-omong soal rewards, di Tunaiku juga ada lo! Namanya program referral.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa pinjaman online tanpa jaminan telah menjadi tren baru di kalangan masyarakat. Terutama untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah. Sesuai dengan program yang dicanangkan pemerintah, ketersediaan pinjaman online memang untuk menjembatani kepentingan masyarakat lapis bawah tersebut.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Label