Jokowi-Ma'ruf Amin : Hoax Tentang Kriminalisasi Ulama

Jokowi-Ma'ruf Amin masih menjadi perbincangan hingga kini sejak munculnya pemberitaan dari salah satu majalah bahwa Jokowi itu anti Islam. Padahal pemberitaan hoax tersebut sudah dipublikasikan 4 tahun lalu. Kini malah menjadi Boomerang bagi Jokowi. 

Sontak publik pun langsung kaget dengan pemberitaan tentang pemimpinnya itu. Padahal selama ini pemegang kendali utama negara ada di tangannya. Sangat tidak bisa dipercaya, karena Jokowi sudah mengemban amanat rakyat dengan baik selama ini. Buktinya banyak perubahan yang telah dilakukannya. Indonesia tampil semakin maju. 



Keputusan Jokowi maju lagi pada Pilpres 2019 ini merupakan salah satu bukti bahwa Jokowi memang sangat peduli dengan bangsa. Beliau masih ingin terus meneruskan perjuangannya untuk memajukan Indonesia. Masuk dalam Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin nomor satu, Jokowi mantap maju Pilpres 2019. 

Kriminalisasi Ulama

Hambatan tidak pernah berhenti untuk menghadang masa kepemimpinan Jokowi. Banyak berita hoax yang merusak namanya. Berita tersebut semakin menjadi dengan munculnya hoax tentang kriminalisasi ulama yang dilakukannya. Sontak hal tersebut sangat berkaitan dengan keputusannya berduet dengan cawapresnya, Dr. Ma'ruf Amin. 

Kemunculan Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin pada nomor urut 1 di pilpres 2019 itu menantang banyak kontra. Banyak yang pro dengan duet tersebut, tetapi banyak juga yang kontra. Padahal Jokowi tidak ada maksud apa-apa memilih Ma'ruf sebagian cawapresnya. 

Bukan hanya itu saja, kasus kriminalisasi ulama yang dilakukan Jokowi juga merujuk pada kasus-kasus penangkapan ulama selama masa jabatannya sebagai presiden. Seperti yang kita ketahui baru-baru ini Rizieq Shihab yang terjerat masalah hukum karena masalah pronografi. Sebelum Rizieq, banyak ulama yang terkena masalah hukum. Inilah yang mencuatkan isu bahwa Jokowi memang tidak pro dengan para ulama. 

Padahal yang menjerat para ulama tersebut adalah hukum di Indonesia. Pelaksanaan adalah para penegak hukum, bikan Jokowi. Semuanya sudah sesuai dengan prosedur. Siapa pun yang bersalah, entah mereka adalah tokoh ulama, tetap harus dihukum. Itu adalah konsekuensi atau sanksi. Hukum harus ditegakkan tanpa memandang bulu. 

Bergulirnya berita kriminalisasi ulama yang mengarah kepada Jokowi ini pun juga membuat pasangannya dalam Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin, Dr.Ma'ruf Amin, ikut angkat bicara. Dilansir dari CNN, Ma’aruf benar-benar menegaskan bahwa Jokowi tidak pernah melakukan kriminalisasi ulama.  Para ulama yang terjerat masalah hukum adalah kesalahannya sendiri. 

Sangat menyediakan, setiap kali ada ulama yang terjerat masalah hukum, Jokowi langsung dituding melakukan kriminalisasi ulama. Tuduhan itu langsung dialamatkan kepada Jokowi. Namun kesabaran menjadi tameng terbesar yang dimiliki oleh pemimpin negara kita itu. Tidak ada balasan sedikit pun dari Jokowi. Beliau membiarkan hoax tersebut sebagai tantangan untuknya agar lebih introspeksi diri. 

Tanggapan Jokowi tentang hoax kriminalisasi ulama 

Sesabar apapun hati manusia, pasti akan hilang juga kesabarannya jika terus dituduh. Inilah yang kini dirasakan oleh presiden RI, Joko Widodo. Beliau sudah tidak tahan dengan tuduhan kriminalisasi ulama yang diarahkan padanya. Tuduhan tersebut terus diarahkan padanya. Beliau sudah merasa tidak nyaman, hingga kemudian menanggapinya. 

Jokowi langsung membandingkan kriminalisasi ulama tersebut dengan banyaknya kasus gubernur yang terjerat masalah hukum. Saat ada ulama terjerat hukum langsung ada laporan tentang  kriminalisasi ulama, sedangkan saat ada gubernur nyang terjerat hukum kenapa tidak ada laporan kriminalisasi gubernur. Padahal kan keduanya memiliki posisi di bidangnya masing-masing. 

Jokowi pun memperjelas tanggapannya dengan mengaitkan kerja samanya dengan ketua MUI, Ma'ruf Amin. “Kalau memang saya melakukan kriminalisasi ulama,  mana mungkin muncul Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Dimana Dr. Ma’ruf Amin adalah pimpinan tertinggi ulama Indonesia”. 

Cukup jelas tanggapan dan pembelaan yang diharuskan oleh Jokowi. Bisa dibayangkan dengan seksama tentang premis-premis yang ada tersebut. Pemimpin ulama Indonesia saja mau berduet dengan Jokowi dengan dukungan dari ribuan santri yang selalu bertambah. Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin adalah pasangan capres cawapres idaman. 

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Label